Senin, 09 April 2012

Upaya membangun komunikasi politik

“Upaya Membangun Komunikasi Politik yang Sistematis, Sinergis, dan Efektif pada Kementerian/Lembaga”

Kesuksesan Kementerian/Lembaga dipengaruhi oleh kapabilitas dan kompetensi masing-masing individual dan kerjasama antar stakholder dalam organisasi Kementerian/lembaga. Dalam menjalin kerjasama untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan adanya komunikasi. Ditinjau berdasarkan teknis pelaksanaannya, komunikai dapat dirumuskan sebagai kegiatan dimana seseorang menyampaikan pesan melalui media tertentu kepada orang lain dan sesudah menerima pesan serta memahami sejauh mana kemampuannya, penerima pesan menyampaikan tanggapan melalui media tertentu kepada orang yang menyampaikan pesan tersebut kepadanya. Pentingnya peran komunikasi politik di Kementerian/Lembaga ini, maka diadakanlah Forum Group Discussion tentang “Upaya Membangun Komunikasi Politik yang Sistematis, Sinergis, dan Efektif Kementerian/Lembaga” yang diselenggarakan oleh Deputi Seswapres Bidang Politik, Sekretariat Wakil Presiden, pada Selasa, 11 Oktober 2011 Jam 09.00 s/d 12.00 WIB di Ruang Rapat Gedung II Lt. 1 Sekretariat Wakil Presiden RI. Jl. Kebon Sirih No. 14 Jakarta Pusat.

Kebebasan atas informasi, termasuk hak atas akses untuk memperoleh informasi yang dimiliki oleh kementerian sebagai badan publik, telah lama diakui dalam konsititusi dan undang-undang. Transparansi sangatlah penting bagi akuntabilitas dan dasar Kebijakan. Tujuan menyeluruh kebijakan yang dikeluarkan kementerian adalah untuk “meningkatkan kepercayaan dan kemampuan pemangku kepentingan untuk terlibat dengan masyarakat sebagai penerima dan pengambil informasi, sehingga perlu adanya upaya membangun komunikasi politik yang sistematis, sinergis, dan mengefektifkan kementerian/lembaga dalam penyampaian komunikasi kepada masyarakat”. Kata Dadan Wildan, Staf Ahli Mensesneg Bidang Komunikasi dan Informatika saat menyampaikan pengantar diskusinya.

Diskusi selanjutnya dipaparkan oleh Daniel Theodore Sparringa, Staf khusus Presiden Bidang Komunikasi Politik, yang membahas mengenai bagaimana membentuk komunikasi politik yang mempengaruhi penerima informasi. Beliau menjelaskan 4 (empat) hal teknis pengucapan dalam penyampaian informasi, yaitu 1) melodi, 2) intonasi, 3) speed, 4) pause, 5) vokal. Dalam menyampaikan suatu informasi memerlukan adanya keterampilan dari penyampaian informasi dalam bentuk 1) pengucapan, 2) pelafalan, 3) pengontrolan suara, 4) pengendalian diri, 5) pengontrolan gerak-gerik tubuh, 6) pemilihan kata, kalimat, dan pelafalannya, 7) pemakaian bahasa yang baik, 8) pengorganisasian ide. Arti secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa dalam penyampaian informasi merupakan sarana menyampaikan gagasan-gagasan yang disusun serta dikembangkan sesuai dengan kebutuhan si penerima informasi.  

PEMA Unsyiah: Komunikasi Politik Elit Aceh Masih Labil
Senin, 02 April 2012 15:42 WIB
FURQAN ISHAK AKSA | Foto : PEMA UNSYIAH
Description: http://atjehpost.com/gallery/article/image/20120402_034625_pemaunsyiah-politik.jpg


MENJELANG Pemilukada Aceh yang tinggal satu minggu lagi, PEMA Unsyiah menilai Komunikasi Politik antar elit Aceh masih labil. Ini terbukti dari banyaknya pelanggaran-pelanggaran atau insiden-insiden yang terjadi di berbagai daerah di Aceh. Misalnyapembakaran mobil, pemukulan dan bahkan pelemparan dan pengeroyokan tim sukses calon kepala daerah. Hal ini terjadi karena interaksi sistem politik antar elit tidak berjalan dengan baik, sehingga memuncukan kecurigaan antar kubu calon kepala daerah.

Pasca Pemilukada, PEMA Unsyiah menilai bahwa perlu ditentukan strategi-strategi yang akan digunakan untuk mengawal janji-janji politik kandidat terpilih untuk mewujudkan apa yang telah ia sampaikan pada saat kampanye. Jangan sampai hal-hal yang telah di janjikan oleh kandidat terpilih pada saat kampanye menjadi pembohongan publik, kita tidak ingin fakta yang terjadi dilapangan nantinya berbeda dengan hal yang dijanjikan.

Untuk itu, pada Senin 2 April 2012, PEMA Unsyiah mengadakan Seminar Kebangsaan Komunikasi Politik dengan mengangkat tema “komunikasi Politik, Manis di Bibir Lain di Hati” dengan menghadirkan DR. Ahmad Farhan Hamid (Wakil Ketua MPR RI), Fajran Zain (Pengamat Politik Aceh), dan Basri Efendi, SH (Toko Pemuda Aceh).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar